scriptDewa - What a hell!

Saturday, September 17, 2005

Script Naga Bonar Scene 17-23

1. EXT. DI PUNCAK BUKIT – SIANG
Teman – teman seperjuangan Nagabonar kelihatan tiarap, Lukman, Murad, Marjo, Bujang. Depan mereka kelihatan topi Nagabonar. Pelan – pelan Lukman bangkit. Ia mencari – cari kesekitarnya lalu berpaling pada Murad.

LUKMAN
Mana bang naga ?

Murad juga mencari – cari dengan matanya.

MURAD
Habis dia. Mana bisa dia tahan peluruh mortir.

Lukman berjongkok lalu berteriak

LUKMAN
Bang ! bang Naga !

Lalu kedengaran suara yang seperti disekap.

NAGABONAR
Sini !

LUKMAN
Abang dimana ?

NAGABONAR
Disini.

Mereka mencari – cari

MURAD
Dari mana suara itu.

BUJANG
Itu bukan suara dia. Suara Jin.

NAGABONAR
Nenek kau Jin. Awas kau Bujang.

Suara itu kelihatan keluar dari bawah topi.

BUJANG
Kasihan bang Naga. Begitulah kalaun kita sudah mati. Kata orang tua – tua ruh jadi kecil. Bisa masuk kebawah topi.

Lukman memberi isyarat pada Bujang. Bujang merangkak perlahan – lahan kearah topi itu lalu pelan – pelak dipegangnya topi itu. Tiba – tiba ia tarik. Dibawah topi itu kelihatan kepala Nagabonar. Mata mendelik – delik karena marah.

NAGABONAR
Monyet kalian !

LUKMAN (cepat beraksi)
Gali cepat !

2. EXT. STELING BELANDA – SIANG
Serdadu belandda menyusup diantara alang – alang menuju kebukit dimana Nagabonar tadi berdiri. Perwira Belanda tadi berdiri dibalik jeepnya meneropong kearah puncak bukit. Tiba – tiba dia berkata.

PERWIRA
God hij leeft nog.

Melalui teropong kelihatan Nagabonar sudah berdiri lagi di tempatnya yang tadi.
Sebuah peluruh mortir meletus dekat jeep perwira itu. Serdadu – serdadu Belanda mulai menembak. Dari pihak Nagabonar juga sudah terdengar tembakan. Pertempuran milai.


3. EXT. DIPUNCAK BUKIT – SIANG
Nagabonar memberi isyarat pada Bujang dan menunjuk kebagian puncak bukit itu yang paling depan. Bujang maju membawa sebuah bangku kecil menuju tempat itu. Peluru berjatuhan didekatnya. Begitu bangku itu ia latekkan ia segera malompat seperti orang yang mau menyelam untuk menyelamatkan diri. Dengan tenang Nagabonar menuju bangku itu dan mencaabut pistolnya lalu duduk diatas bangku itu. Ia menembakan satu pestol keatas.


4. EXT. PERTAHANAN BELANDA – SIANG
Perwira itu masih meneropong kearah Nagabonar.

PERWIRA
Hij is echt gek.

Tiba – tiba kedengaran bunti senapan mesin dari samping kiri konvoi Belanda. Tembakan itu datang dari pasukan Nagabonar yang maju kedepan. Perwira itu dan bawahannya bersembunyi.

PERWIRA
Zo gek is hij ook weer niet.

Belanda kucar – kacir dengan keuda pistolnya kearah serdadu Belanda yang tadi menyusup dan kini sudah mendekati posisinya. Ia menembak dengan santai sambil membacakan sajak Pohan.
Nagabonar seoalah – olah tidak menghiraukan hiruk pikuk disekitarnya.

NAGABONAR
Hai pemuda Indonesia bangkitlah kau semua. Negeri kita sudah merdeka

Lalu ia terhenti karena ia lupa.

NAGABONAR
Lukman

LUKMAN
Ya, bang.

NAGABONAR
Terusnya bagai mana ? Aku lupa.

LUKMAN
Terus apa bang ?

NAGABONAR
Sambungan sajak bang Pohan yang kubaca tadi.

LUKMAN
Bunyi morrtir sudah macam kentut abang masih tanya sajak.......

NAGABONAR
Suruh berhenti itu morrtir.

LUKMAN
Itu morrtir Belanda bang. Mana dia mau.

NAGABONAR
Ku bilang suruh berhenti.

Lukman bangkit lalu berteriak

LUKMAN
Berhenti !

Tiba – tiba semua tembakan berheenti.

NAGABONAR
Apa aku bilang. Coba kau bilang dulu....


LUKMAN
Gederang perang sudah berbunyi

NAGABONAR
Sudah. Aku tahu. Dengarkan panggilan ibu pertiwi ...... tembak!

Ia menembakan pistolnya lagi. Tapi pihak Belanda tidak menjawab.

NAGABONAR
Kanapa Belanda itu diam ?

Konvoi Belanda itu tiba – tiba memutar kendaraaan mereka dan berbalik arah dari mana mereka datang. Nagabonar memperhatikan tingkah laku tentara Belanda itu dengan pebuh rasa heran. Seorang pejuang datang berlari dan melapor.

PEJUANG
Ada kurir dari markas..

NAGABONAR
Mau apa dia ?

Seorang kurir berpakaian tentara resmi dengan tanda pengkat kopral mendekat.

Kurir itu memberikan laporannya.

KURIR
Ada perintah dari markas. Tembak – menembak harus dihentikan. Kita akan berunding dengan Belanda. Saudara Nagabonar haarap melapor kemarkas untuk menerima perintah mundur.

NAGABONAR
Mundur kemana ? kalau awak jatuh masuk laut macam mana ? lalu dimakan ikan. Sudah pernah kau dimakan ikan.

KURIR
Belum, tapi saudara harus mundur.

NAGABONAR
Tidak mau mundur. (lalu langsung ia memberi perintah pada pasukannya). Maju....


KURIR
Ini perintah mayor Pohan.

Mendengar mayor Pohan itu lalu Nagabonar berteriak.

NAGABONAR
Mundur!

5. EXT. DISALAH SSATU TEMPAT DIBUKIT – SIANG
Beberapa orang kelihatan kebingungan.

PEJUANG
Maju apa mundur ? aku dengar maju!

PEJUANG II
Aku dengar mundur.

6. EXT. PUNCAK BUKIT TEMPAT NAGABONAR – SIANG
Nagabonar bicara pada kurir itu

NAGABONAR
Kenapa tak kau bilang ini perintah mayor Pohan ? kalau bang Pohan bilang mundur ya mundur lah........

Kuriri itu memberi hormat lalu pergi.

NAGABONAR
Lukman. Coba kau pikir dulu, aku sudah tak mengeti lagi berunding – runding. Nica masuk juga.

Waktu itu kedengaran suara mortir tidak jauh dari tempat Nagabonar.

NAGABONAR
Siapa itu ?

Mereka meneropong kearah Belanda tapi konvoi Belanda itu sudah menjauh.

MURAD
Bukan Belanda!
(putar arah mortir cari sasaran).

Dua orang pejuang siap untuk menembakan mortir tapi dari kaki bukit yang berseberangan kedengaran teriakan.

SUARA (off)
Tunggu, tunggu.

Dua orang berlari menuju kearah Nagabonar.

LUKMAN ( waktu melihat kedua orang itu )
Anak buah si Mariam!

NAGABONAR
Mau apa kalian ? mauperang.

ANAK BUAH MARIAM
Tidak bang.

NAGABONAR
Lalu kenapa kami kalian tembak ?

ANAK BUAH MARIAM
Kami bukan mau menembak abang. Bang Mariam bilang. Tembak itu Belanda. Dia yang pasang mortir. Tapi yang kena abang.

NAGABONAR
Bagus kalian.

ANAK BUAH MARIAM
Cuma salah tembak bang.

NAGABONAR
Bilang sama si Mariam si tukang copet itu, kalau dia mau perang sama Nagabonar dia belajar menembak dulu. Bilang dia bukan pejuang, tapi perampok. Bilang sama dia bapaknya juga pencopet.

ANAK BUAH MARIAM
Katanya abang pencopet juga.

NAGABONAR
Ya, tapi aku bukan perampok. Aku seniman dan bapakku bukan pencopet seperti bapaknya. Makannyapun didapat bapaknya dengan mencopet isteri wak kandang. Bilang sama dia.

ANAK BUAH MARIAM
Anbang saja yang bilang. Habis kami mati dia bantai/

NAGABONAR
Jadi mau apa kalian ?

ANAK BUAH MARIAM
Kami masuk pasukaan abang saja. Tak yahan lagi ayam orang kampungpun dia rampok. Anak gadis orangpun tak ada yang aman dia buat.

NAGABONAR
Bagius, kalau kalian mau tinggal. Murad kasih orang ini makan.

MURAD
Disini tak ada makanan.

NAGABONAR
Kau cari, kalau tak ada kau suruh makan angin. Sekali makan harus makan.........

Dia melambaikan tangannya supaya kedua pejuang itu pergi.

NAGABONAR
Lukman, kau bantulah aku.

LUKMAN
Apa bang.

NAGABONAR
Coba kau berpikir keraslah. Kaukan anak HBS. Apa harus kubikin maju atau mundur ?

LUKMAN
Ah, abang kan sudah kubilang kalau bang Pohan suruh mundur ya mundur lah.

Nagabonar tersenyum

NAGABONARBetul kau betul....... (dia berteriak memberikan perintah). Mundur ........

Script Naga Bonar Scene 1-16

SEQUENCE 1

FADE IN

1. TRADE MARK

FADE OUT

FADE IN




2. EXT. SEBUAH POS PENJAGAAN TENTARA JEPANG DI MEDAN
–SIANG
Depan pos itu berdiri sebuah tiang bendera dan puncak tiang itu berkibar bendera jepang.

Adegan ini dimulai dengan adegan MS BENDERA Jepang berkibar di puncak tiang, lalu kamera pan down kebawah sambil zoom – out.
Di latar belakang kelihatan sebuah pos, depan pos itu berbaris empat serdadu Jepang yang siap untuk menggantikan penjaga yang berdiri depan sebuah rumah monyet.
Mereka memberikan aba-aba lalu berjalan berbaris menuju penjaga yang bersiri depan rumah monyet itu. Upacara penggantian kawal pun berlangsung sedangkan di latar depan kelihatan membelakangi dua orang laki-laki yang seorang Nagabonar dan yang seorang lagi Bujang.
Mereka menonton upacara genti kawal tentara Jepang itu.

Bujang:
Enak juga jadi serdadu bang. Makan dapat, rokok dapat. Kerja tak ada.

Nagabonar:
Siapa bilang ? kita lebih enak. Tak ada yang memerintah. Kalau mau prei makan sekali-sekali masuk penjara.

Bujang membalik. Lalu kelihatan mukanya yang kumal dan dahinya ditumbuhi janggut yang jarang karena tak pernah dicukur. Ia melihat kekiri-kekanan lalu berkata.





Bujang:
Banyak bendera merah putih bang.

Nagabonar membalik. Nagabonar juga kelihatan kumal dengan dagu tak dicukur. Ia menyandang kain sarung dan seperti Bujang bajunya juga kotor.
Setelah memperhatikan bendera merah putih yang banyak dipasang depan rumah penduduk ia berkata pada Bujang.

Nagabonar:
Hari besar rupanya.

Bujang:
Apa mungkin karena hari ini kita keluar penjara?

Nagabonar:
Tikus-tikus macam kita siapa pula yang peduli. Kita cari bang Pohan. Kalau dia tak tahu, tak ada lagi orang di Medan ini yang tahu.

Mereka berbalik lalu mulai berjalan.

3. EXT. SEBUAH JALAN DI MEDAN – SIANG
Bujang dan Nagabonar berjalan menyusuri jalan itu. Disana sini kelihatan orang berbaju karung. Dua orang perwira Jepang berpapasan dengan seorang perwira lainnya. Mereka saling membungkuk memberi hormat. Nagabonar berjalan di dekat perwira yang mengenakan arloji tangan dipergelangan kirinya. Kelihatan ia sedikit menyenggol perwira utu. Para perwira itu saling memberi hormat sementara Nagabonar dan Bujang sudah menjauh. Perwira-perwira itu berpisah. Tapi tiba-tiba yang seorang (yang tadi mengenakan arloji dipergelangan kirinya) berhenti lalu memperhatikan pergelangan kirinya dimana arloji itu tadi berada tapi sekarang tidak ada lagi.

Perwira 1:
Nani ka ?

Perwira itu tidak menjawab tapi cuma berbingung-bingung karena arlojinya lenyap begitu saja. Keduanya kemudian mencoba mencari arlojinya itu ditanah.






4. INT. SEBUAH KEDAI KOPI – SIANG
Lantai kedai kopi itu terbuat dari papan. Disebuah meja duduk Nagabonar, Pohan dan Lukman. Nurdin kelihatan asyik menulis disecerik kertas kecil sedangkan Lukman duduk termangu-mangu didepannya. Di hadapan mereka terletak dua buah gelas kopi yang agak kecoklat-coklatan warnanya. Lukman minum kopinya sambil mengernyitkan dahinya kaarena kopi tidak enak.

Lukman:
Kopi apa ini, Murad. Itulah kalau guru sekolah buka kedai kopi, mana lumpurpun ia tak tahu.

Murad:
Jangan banyak cakap kau Lukma. Air selokanpun kau minum.

Lukman:
Jangan begitulah, Murad. Biarpun buruk begini, aku ini anak HBS.

Nurdin Pohan selesai menulis. Sambil menarik nafas ia berkata

Pohan:
Selesai. Coba kau dengar.

Pohan mulai membaca sedangkan Lukman dan Murad Mendengarkan.

POHAN
Hai pemuda Indonesia, bangkitlah kau semua. Negeri kita sudah merdeka Genderang perang sudah berbunyi dengarkan panggilan ibu Pertiwi!

Pohan berhenti menbaca.

POHAN
Bagaimana ?

LUKMAN
Bagus !

Waktu itu masuk Nagabonar dan Bujang terus mendekati meja Pohan.

POHAN
Dari mana saja kalian ? Orang sudah mau perang.

NAGABONAR
Perang?

POHAN
Ya, kalau Belanda kembali lagi, kita lawan.

BUJANG
Tadi banyak bendera kulihat.

POHAN
Kemerdekaan Indonesia sudah diproklamasikan di Jakarta. Tidak tahu kailan ?

NAGABONAR
Biarlah kami baru istirahat.

LUKMAN
Beli rokok duliu bang. Sudah dua minggu tak berasap mulutku.

Nagabonar mengeluarkan sebuah arloji dari kantongnya (arloji yang tadi dipakai perwira Jepang).

NAGABONAR
Murad, berapa kau mau beli ?

Murad memperhatikan arloji itu sambil berkata.

MURAD
Murah ini harhanya .......

POHAN
Arloji siapa lagi yang kau copet ? rakyat ini sudah miskin, masih kau copet juga.

NAGABONAR
Ini arloji kapten Jepang.

LUKMAN
Punya Jepang ?

POHAN
Betul-betul hebat kau.

NAGABONAR
Siapa bilang Nagabonar tak hebat.

Tiba-tiba dia diam.

NAGABONAR
Jang, jang. Datang lagi dia Jang. Kaus kaki.

Bujang mengeluarkan sepasang kaus kaki putih yang sudah bolong ujungnya lalu memberikannya pada Nagabonar. Nagabonar mengenakan kaus itu.

BUJANG
Teh panas, teh panas.

NAGABONAR
Selimut Jang.

POHAN
Kenapa kau ?

NAGABONAR
Biasalah.

Tiba-tiba badan Nagabonar menggigil sejadi-jadinya. Ia berteriak.

NAGABONAR
Teh panas, teh panas.

Murad datang berlari membawa teh panas. Nagabonar berpegang ke meja sehingga meja itu ikut bergoyang. Sendok-sendok di tasnya bergemerincing dan gelas tumpah. Bujang juga ikut memegang maje itu supaya jangan bergoncang.

NAGABONAR
Jangan meja kau pegang. Dinding pegang. Nanti roboh dia meninggal awak.

Bujang memegang ting kedai kopi itu. Murad meminumkan teh panas. Nagabonar berhenti gemetar. Ia ..... keringatnya di kening.

POHAN
Kenapa kau ?

NAGABONAR
Sudah. Tak apa-apa lagi bang. Sudah lewat dia. Aku ini tak ubahnya ........ kereta Medan belawan. Asal lewat dia, rumah Mak si Bujang bergoyang.

POHAN
Kau sakit Naga ! kau harus kedokter.

NAGABONAR
Dokter mana pula yang dibayar tak mau.

POHAN
Kita kedokter Zulmi.

Mereka berdiri dan membawa Nagabonar, setelah Nagabonar membuka kausnya dan menyerahkannya pada Bujang.

Pohan menarik Nagabonar dan bersama dengan Lukman dan Bujang mereka pergi.

5. INT. KAMAR PRAKTEK DR. ZULMI – SIANG
Nagabonar berbaring diatas divan orang sakit, sedangkan Dr. Zulmi memperhatikan bagian dalam kelopak mata bawah Nagabonar.

DR. ZULMI
Malaria. NAGABONAR (pada Pohan) kan kau kubilang....

DR. ZULMI
Apa yang kamu bilang ?
kamu mesti diobat. Rumahmu dimana ?

NAGABONAR
Di Medan.

DR. ZULMI
Saya tahu di Medan

Ia memperhatikan Nagabonar sebentar lalu ia tersenyum.

DR. ZULMI
Kau sering kulihat dikawasan.
Kau kerja disana ?
Kalau kau takpunya rumah kau boleh tinggal disini dulu.

Ia berjalan kepintu lalu memanggil anaknya.

NAGABONAR
Tak usahlah.......

DR. ZULMI
Kirana !

Kirana masuk. Ia seorang gadis segar yang cantik.

KIRANA
Ya, pa.

DR. ZULMI]
Zeg evanan Amil opdat hij de actherkamer opruimt, ik heb een patient.......


KIRANA
Goed, pa.

Kirana memandang sebentar pada Nagabonar lalu keluar lagi.

DR. ZuLMI
Tunggu sebentar ya. Nanti anak saya akan mengurus kamu.

POHAN
Ongkosnya berapa dokter.

DR. ZULMI
Buat apa bicara ongkos. Mana kalian punya uang ?
Bagai mana kabar perkembangan politik Pohan ?

POHAN
Masa dokter masuh bertanya.

Dr. Zulmi itu keluar.

BUJANG
Barangkali dia mata-maata Belanda.

Dari luar kedengaran radio di bunyikan. Kirana msuk membawa segelas teh lalu mengangkat kepala Nagabonar dan meminumkan teh itu pada Nagabonar.

RADIO (off)
Disini radio republik Indonesia dengan warta berita.
6. INT. RUANG TENGAH RUMAH DR. ZULMI – SIANG
Dr. Zulmi berdiri dekat radio, dari dalam kamar praktek keluar Pohan bersama Lukman dan Bujang. Mereka berdiri mengitari radio.

CU RADIO
RADIO
Pasukan Inggris yang pertama-tama telah mendarat di tanjung priok. Ternyata kedatangan mereka diikuti oleh tentara Belanda. Semua ini memang telah diperkirakan. Pemerintah Indonesia akan mengajukan protes.

7. EXT. SEBUAH GEDUNG TUA – SIANG
Depan gedung itu kelihatan tiang bendera dipuncak tiang itu berkibar bendera Belanda. Sebuah bom meledak di halaman gedung tersebut hingga tiang bendera itu tercabut dan rebah.
Dilatar belakang terdengar komentar.

RADIO
Dimana-mana Belanda membuntuti tentara serikat yang mendarat lalu mulai melakukan provokasi-provokasi.

Api barkobar membakar gedung tua itu.

DISSOLVE INTO

8. EXT. JALAN RAYA – SIANG
Kelihatan pejuang-pejuang berlarian sambil menembak dan bersembunyi.

RADIO
Rakyat mengadakan perlawanan. Siapa saja yang sehat dan kuat, bersenjatakan apa saja, maju kegaris depan dengan tekad merdeka atau mati.

DISSOLVE INTO

9. EXT. SEMAK-SEMAK DIPINGGIR JALAN – SIANG
Kelihatan Nagabonar. Ia masih mengenakan pakaian yang baisa ia pakai. Dengan bersenjatakan pistol dan didampingi oleh Lukman dan Murad ia kelihatan memberi aba-aba pada pasukannya. Seorang pejuang melemparkan granat kearah konvoy Belanda yang lewat. Nagabonar kelihatan memberikan perintah dengan tangan kirinya.
Kelihatan pejuang-pejuangnya yang berada disebelah kiri maju sambil menembak dan berteriak.

PEJUANG
Merdeka, merdeka !

RADIO (off)
Pasukan rakyat yang didampingi oleh Nagaboner berhasil menghancurkan musuh.

DISSOLVE INTO

10. EXT. MARKAS PERJUANGAN – SIANG
Kelihatan beberapa orang digiring masuk markas itu.

RADIO (off)
Sementara itu digaris belakang diadakan pembersihan terhadap mata – mata musuh dan penghianat – penghianat.

DISSOLVE INTO



11. EXT. DEPAN RUMAH DR. ZULMI – SIANG
Pasukan rakyat yang kelihatan berwajah kejam dipimpin oleh Mariam mengepung rumah Dr. Zulmi.

RADIO (off)
Dr. Zulmi seorang dokter terkenal ternyata seorang penghianat. Pasukan rakyat dipimpin oleh meriam terlah mengepung rumah dokter penghianat itu. tapi mata – mata itu sidah melarikan diri ke kampung Nica.

Pejuang – pejuang Mariam mendobrak pintu lalu masuk kedalam rumah.

12. INT. RUMAH DR. ZULMI – SIANG
Pejuang – pejuang itu masuk lalu merusak segala yang ada didalam rumah. Beberapa orang mencopet barang – barang lepas yang ada diatas meja, seperti asbak dan sebagainya.
Mariam masuk. Diatas meja makan kelihatan beberapa potong roti dan beberapa potong keju. Mariam duduk dimeja makan. Ia makan roti.
Seorang pejuang datang melapor.

PEJUANG
Seluruh rumah sudah diperiksa. Kosong.

MARIAM
Anak perempuannya mana ?

PEJUANG
Tidak ada. Kudanya juga tidak ada.

Mariam kelihatan marah sekali. Ia memukul meja dengan tangannya. Kemudian ia membuka tangkep roti yang sedang ia makan lalu ia perlihatkan pada pejuang itu sambil berkata.

MARIAM
Kalian lihat. Keju ini bukti ia betul – betul mata – mata Belanda .....Pasti ada yang berkhianat. Siapa kiranya yang menculik anak perempuan itu ?

Pengikut – pengikutnya diam.

13. EXT. DAERAH BERBUKIT – BUKIT – SIANG
kelihatan Nagabonar lagi meneropong ke arah jalan. Sekarang penampilannya sudah lain. Ia memakai topi vilt yang pakai jambul. Dibagaian samping topi itu kelihatan sebuah kokarde merah purtih yang terbuat dari kain. Ia memakai kemeja lengan panjang. Pinggangnya diikiat dengan kain berwarna merah putih. Celananya dril dan kakinya kelihatan sepatu tinggi. Dipinggangnya terselip sebuah pedang semurai yang panjang. Dikiri kanan pinggangnya tergantung holster yang berisi pistol sedangkan dibahunya terselempang bandolir berisi peluru senapan mesin.

Disampingnya berdiri Lukman juga sudah mengenakan pakaian perjuangan. Begitu juga Murad dan seorang yang bernama Barjo serta Bujang. Disamping Bujang kelihatan sebuah bangku brendah sedangkan disamping Nagabonar ada sebuah senapan mesin.

Melalui teropong kelihatan iring – iringan konvoi Belanda.
Nagabonar memberi perintah.

NAGABONAR
Pasukan tank maju !

Lukman berteriak mengulangi perintah Nagabonar.

LUKMAN
Divisi tank maju !

14. EXT. DI BAGIAN LAIN BUKIT – BUKIT – SIANG
Kelihatan empat buah gerobak berisi batu – bati besar sudah disiapkan dilereng bukit. Beberpa orang pejuang mendorong gerobak – gerobak itu hingga meluncur menuruni lereng dengan cepat terus kejalan raya.

15. INT. JEEP BELANDA - SIANG
Diambil dari dalam jeep melalui kaca jeep. Kelihatan gerobak – gerobak itu menuruni lereng bukit lalu pecah di jalan hingga jalan tertutup. Dilatar depan kelihatan punggung dua orang tentara Belanda. Yang disebelah kanan rupanya seorang perwira. Ia mengangkat tangannya memberi tanda untuk berhenti.
Dari jeep itu kelihatan Nagabonar diatas bukit menaiki suatu tempat ketinggian dan berdiri memandang kearah konvoi Belanda itu sambil melipat tanganya di belakang (gaya napoleon).

PERWIRA
God daar is die geke vent weer.

TENTARA BELANDA (off)
Wie luitenant ?

PERWIRA BELANDA
Nagabonar !

Perwira itu melompat keluar.

16. EXT. SEBUAH JALAN SEKITAR PERBUKITAN – SIANG
Serdadu – serdadu Belanda berlompatan dari atas truk, bersiap – siap untuk melakukan serangan. Beberapa orang memasang mortir. Dari tempat mereka masih kelihatan Nagabonar berdiri ditempat tadi. Kedengaran perintah.

PERINTAH
Vuur !

Peluruh mortir itu meledak didepan Nagabonar. Debu membumbung keudara. Dan waktu debu itu sudah hilang, Nagabonar sudah tak kelihatan lagi.

PERWIRA BELANDA Weg Nagabonar ! Now, det is vlug geddan

Sunday, July 17, 2005

Suatu hari di Kota Kudus...2004
dear rekan,mungkin ada yang pernah baca posting saya di bawah di beberapa milis.Tapi nggak ada salahnya saya cerita ke teman-teman pengalaman saya waktu riset kemarin,salamsony set.
suatu pagi di kota kudus
**************************
kira-kira 10 hari yang lalu, saya dapet order yangcukup 'menggembirakan'.order itu datang lewat email dari seseorang produser.kira-kira begini bunyinya - kurang lebih, lebihdikurangin.....-"Bisa bikin sitkom? 13 episode? berapa budgetnya?nomor rekening kamu?-Hubungi saya secepatnya 0811...."jangkrik! ini email apaan? saya coba konfirmasi, lewatnomor hp,ceklak-ceklik berbagai huruf di keypad, ngirim smssejatinya, nanya kebenaran email tersebut.[hmmm..jadi penulis 'panggilan','sms-an', 'emailan'dan sebagainya ternyata ada untungnya..]dididididit ...[hp saya gak pake ring tone, bunyinyastandar, standar suara cetit-cetit...eh ..didit didit]Tunggu punya tunggu, beberapa menit kemudian terdengarbalesan, terus seterusnya, terus seterusnya, sampaisatu jam kemudian saya datang ke ATM demi mencek saldosaya [ gila....ini produser apaan? ngirim DP 50%dimuka tanpa ba-bik-bug...tanpa sehelai suratperjanjian, dan saya belum mengerjakan apapun!].Ya udah, saya bales telepon ke beliau,"Ok Bos, saya sanggup bikin!""Idenya apaan? bisa ngomong sekarang?"Zrrrrruutttttsss..otak saya muter cepet banget, dandengan semangat 2004 saya segera 'ngoceh nggak karuan'"BECAK BOS! SITKOM BECAK! 13 Episode, Minggu depanjadi semua!Pokoknya beres bos!!!!!""Bagus! Pokoknya dibikin Lucu ya?"Wah? udah gila ya? gini nih kalo euphoria, urat syarafsaya jadi setingkat sama Frankestein atau mungkin samadengan provokator yang dapat order :)Lalu dengan semangat 99, saya mulai berangkat riset(ya riset teman-teman...sekali lagi riset..dan sayaserius untuk ini). Maka pulanglah saya ke kota-kotatercinta, tempat haribaan becak-becak tujuan obyekriset saya! Tentu saja saya nggak mau bersusah payahmencari becak dibilangan monas...mana ada? dan sayanggak lagi bikin riset tentang kijang!Kembali ke Jogja, Solo, Semarang dan Kudus.Idenya satu, cari data selengkapnya tentang kehidupantukang becak! Nafsunya kepingin mengkonversi inimenjadi tayangan sitkom BECAK BAJ....N...ups..apapunnamanya nanti, pokoknya harus jadi Sitkom..kom..kom.Lalu saya telusuri lorong-lorong kota Solo, Alun-alunKraton Jogja, kota lama semarang sampai simpang tujuhkota kudus. yes teman-teman, saya melihat betapabanyaknya ide bertebaran disana...nyam,nyam,nyam, 212tukang becak mangkal dipinggir-pinggir jalan. Sayacoba dekati mereka, kepingin tahu bagaimana merekahidup dan berhumor! [yes saya manusia kapitalis yangmencoba mencuri 'urat nadi kelucuan mereka'] Dan sayaterpingkal-pingkal ketika mendengarkan merekaberbicara :"Kowe ngerti nggak Dul! Becakku 'bar ngalahke Shogun!Tak' pepet sedikit, motore mblasuk sawah! Becakku toptenan!"[maaf saya tidak bersedia menerjemahkan kata-katadiatas (dan dibawah), biarlah menjadi bahan rahasiadapur saya sendiri]"Lha Piye Jal, Becakku bar wae di reparasi, pelek karoban'ne tak ganti kabeh. Habisnya 300 ribu!""Wah edan kowe? 300 ribu mahal tenan? Becakku wae wis10 tahun ora tak' ganti apa-apa'ne. Tetep Josss dandahsyat tenan!""Becakku mau mbengi Nabrak Sapi!""Wah Tenane? Bengi-bengi kok nabrak sapi? Ora mungkin,Nek Mbengi ,Sapine pasti wes turu!""Maksudte si Sapi'i, bocah kulon alun-alun. Uwongebabak bundas, mlebu rumah sakit!""Lha Edan kowe?"ya itu sebagian data riset dialog-dialog yang menurutsaya "lucu" dan siap dipermak menjadiskenario-skenario keegoisanku. Dan kamu tahu teman?ada sekitar 500 dialog dan kejadian yang sangat "lucu"- dalam pandangan mataku - tentang kehidupan tukangbecak, betapa mereka begitu liat, kuat dan guyon terussetiap hari.Wah kalau jadi sitkom, betapa dahsyatnya, gaya tukangbecak bertutur dengan kegilaan dialog ala mereka!Wadduh..ini pasti jadi sitkom hebat..hebat tenan.Lalu proses pengumpulan data kwalitatif dankwantitatif sudah mendekati kulminasi akhir. Pokoknyasaya sudah siap bikin skenario yang siap dijual dimanasaja, kapan saja plus..plus..janji-janji gombal ratingtinggi.Dan....Dan ketika lewat hari ke sembilan, secara nggaksengaja saya lewat di sebuah SD disuatu perempatan dikota kudus. Matahari belum tinggi, masih jam 6.45,tiba-tiba saja saya mengamati pemandangan nostalgia.Puluhan seragam merah putih dengan tas ransel, rambutkepang anak-anak gadis mungil dan segala tentang masakecil, ah bukankah saya sudah terlalu tua untukmerindukan itu?Langkah-langkah ringan masuk kedalam gerbang sekolah,sebagian diantarkan ayah atau ibunya naik motor [ohya, di kota ini, sebagian besar penduduknya mempunyaisepeda motor], ada juga yang diantarkan naik mobil,dan ada juga yang diantarkan...antarkandengan...becak!Sesaat darah saya berdesir, seorang tukang becakberusia 40tahunan, mengantarkan anaknya yang masihduduk di kelas 1 sd (itu perkiraan saya).Anaknya, seorang putri yang manis, bapaknya seorangtukang becak dengan kulit legam diterjang sinarmatahari sepanjang hidup. Berarti kalau dia berumur 40tahun, dia sudah jadi tukang becak sejak......ah...lama sekali?[tukang becak berumur 40 tahun, pasti punya pengalamanNggenjot Becak puluhan tahun juga! ]............Bukan itu yang membuat saya tiba-tiba terdiam danmenahan napas, tetapi kalimat2x kecil dari sang putriyang mencium tangan ayahnya sebelum masuk ke gerbangsekolah."Bapak hati-hati ya? mimi' mau sekolah dulu.."" ya nduk, belajar yang pinter ya..."" mimi masuk dulu ya Pak,"Mimi sang putri tukang becak tersebut berbalik badan,tiba-tiba teguran ayahnya menghentikan langkahnya."Nduk, kamu belum lapar kan? "si Mimi menggeleng lemah...sang tukang becak kembali membelai rambut mimi..."bapak cari uang dulu ya Nduk, nanti jam 9, pasistirahat sekolah, bapak pasti datang ke sini bawauang jajan buat kamu"Mimi hanya mengangguk pelan..."Doain bapak dapat uang ya Nduk, nanti jam 9, bapakpasti datang..."sekali lagi diulang kalimat tersebut, walau terdengaryakin, tapi tukang becak itu mengucapkannya seolahseperti menahan beban..mimi tersenyum dan masuk kedalam gerbang..."hati-hati ya pak," teriaknya sekali lagi sambilmelambaikan tangan.teman...seketika itu badan saya luruh lunglai...bagai dipalugodam yang sangat berat menghajar kepala ini.terkutuklah saya! betapa memalukan tingkah saya selamaini, memanfaatkan orang lain hanya untuk mencarikeuntungan semata. Seenaknya menertawakan nasib oranglain diatas penderitaannya...mahluk macam apa saya?dan segala macam ide sitkom BECAK BAJ....N itu hilangsudah...tamat sudah...aku lempar jauh-jauh dilubukpenyesalan..nggak bisa hilang...saya tetap merasabersalah...maafkan saya mimi....

sony set.ps. maafkan bila terlalu panjang dan memenuhi inbox anda.

Tuesday, June 22, 2004

9 act structure - tehnik menulis novel dan skenario

The Nine-Act Structure
Oleh : Sony Set. – scriptwriter@indonesia.com


Nine Act Structure adalah seni bercerita 9 babak untuk membuat sebuah tayangan film berdurasi 90-120 menit. Mengapa 9 babak? Untuk mengetahui sebuah proses cerita dalam sebuah film, kita harus mengetahui sebuah resep bercerita yang kini sering diadaptasi oleh banyak film-film hollywood. Resep 9 Babak sangat menolong setiap penulis skenario membagi pembagian babak cerita dengan lebih terstruktur dan detail. Sebelumnya, banyak sekali penulis skenario yang masih menggunakan pendekatan durasi 3 babak untuk sebuah tayangan film sepanjang 90 menit. Mereka membagi lama durasi menjadi 30 menit per babak. Akibatnya, pada awal cerita, penonton film dengan format 3 babak akan merasa bosan, karena terjebak pada aturan konsep pengenalan karakter selama 30 menit dan harus menunggu berpuluh menit berikutnya untuk mengetahui cara-cara menyelesaikan masalah (dalam film) yang sedari awal sebenarnya sangat mudah ditebak. Pendekatan cerita 3 babak menggunakan konsep karakter Super Hero-Antagonis, yang ditampilkan mempunyai kelebihan, kekuatan dan penampilan layaknya manusia jagoan untuk menjalani dan menyelesaikan masalah. Sedangkan konsep 9 Babak menggunakan konsep karakter AntiHero, menampilkan karakter utama yang bermasalah, korban kesewenangan diawal cerita dan terpaksa menjadi tokoh protagonis untuk menjalani dan memecahkan masalah.



The Two-Goal Analysis
Sebelum kita melangkah untuk meneliti bagian-bagian dari struktur 9 babak, ada baiknya kita memahami konsep dasar dari struktur 9 babak. Selain mengedepankan konsep karakter AntiHero, Struktur 9 babak menggunakan pendekatan konsep 2 Goal Analysis: Konsep membuat cerita dengan menggunakan 2 alternatif ending/tujuan cerita. Konsep ini dibuat untuk ‘mengelabui’ penonton terhadap jalannya sebuah cerita dan memberikan tujuan kedua sebagai new goal yang harus diselesaikan sang karakter protagonis. Goal kedua dijalankan di tengah cerita, yang ‘memaksa’ karakter protagonis berpikir ulang untuk menyelesaikan masalahnya dan berbalik melawan keadaan yang semakin ‘menjepitnya’. Cerita 2 goal mempunyai plot yang sama : Cerita orang teraniaya, terdesak, buronan dan menjadi kambing hitam, diburu oleh sebuah badan, musuh, pemerintah dan segala hal yang mengincar dirinya untuk dijadikan korban, lalu setelah mengalami berbagai penderitaan yang berat, sang tokoh yang ‘terlunta-lunta’ berputar balik, dan berbalik melawan sang pengejarnya. Cerita perlawanan korban yang tidak bersalah terhadap ketidakadilan dan penindasan adalah dasar pembuatan konsep 2 goals! Mari kita bandingkan konsep 1 Goal dan 2 Goals dalam pembuatan sebuah cerita skenario.

The Single-goal Plot – 1 Goal
Dalam rumus single-goal plot, tokoh protagonis mempunyai 1 masalah untuk diselesaikan dan menjadi tujuan yang selalu dipersiapkan sejak awal cerita film. Dengan menyelesaikan 1 goal akan menyelesaikan keseluruhan masalah. The African Queen, Raider's of the Lost Ark, The River Wild, Spiderman dan Star Trek: Generations, adalah contoh film-film yang menggunakan pendekatan 1 Goal. Film-film tersebut sangat datar dalam cerita, mudah ditebak dan tidak menghasilkan kejutan apapun yang kini sangat didamba oleh para penonton. 2 Goals diciptakan untuk memberikan elemen kejutan dan ide cerita baru yang mampu memberikan pilihan bagi penonton untuk menikmatinya. Kita lihat gambar 1 Goal dibawah :


The Two-goal Plot
2 Goal Plot kini banyak diadaptasi film-film sukses dunia yang mengedepankan unsur surprise, suspense dan cerita yang cerdas. Rumus ceritanya sederhana saja, tokoh protagonis terlihat diburu-buru sesuatu atau badan dan dipaksa menemukan tujuan utama pertama : lari dari pengejaran. Setelah menemukan tujuan tersebut, sang tokoh akan menemukan kesadaran untuk melawan dan merancang sebuah ‘aksi balasan’ dengan membuat sebuah goal baru untuk memecahkan masalah yang menimpanya. Proses menemukan goal yang baru menjadi bagian yang sangat mengasyikkan untuk diikuti. Kita melihat sang tokoh protagonis ‘belajar menjadi pintar’ , menyiapkan rencana pembalasan dengan berbagai macam cara dan kecerdasan yang ditemukan disaat tergenting dan segala aksi persiapannya yang membuat kita terperangah, betapa cerita orang yang tertindas dan mampu berbalik melawan adalah sebuah pelajaran yang menarik secara filmis. Anda dapat melihat contoh film seperti Pelican Brief, Fugitive, Terminator I, II, III, 4, Enemy of the State, Predator dan beberapa jenis film bertema intelijen dan mata-mata. Kita melihat berbagai macam intrik dan persekongkolan tingkat tinggi yang memakan korban seseorang yang semula adalah AntiHero. Namun setelah menjalani berbagai macam peristiwa, tokoh tersebut berbalik arah dan berubah menjadi tokoh pahlawan yang melawan segenap penindasan yang mengenai dirinya.

Beberapa contoh cerita lainnya:

Dalam film E.T., the Extraterrestrial, tujuan utama dari tokoh anak kecil bernama Elliot adalah menjaga E.T dan menjadikannya teman. Goal kedua terjadi dimenit 53 (dari total 107 menit) adalah membantu E.T pulang kembali ke rumahnya di angkasa luar.

Dalam film Jurassic Park, Alan Grant, tokoh ilmuwan prasejarah datang ke pulau jurassic untuk melihat dan mengamati taman Jurrassic. Goal kedua pada menit 88 (dari total 119 menit) adalah mencari jalan keluar dan menyelamatkan diri dari kejaran dan serangan dinosaurus.

Dalam film Home Alone, Kevin, tujuan awalnya adalah kembali menemukan keluarganya. Tujuan keduanya adalah mengalahkan penjahat-penjahat yang berusaha mengejarnya. (minute 65 of 102*)

Dalam Lion King, Simba kecil melarikan diri dari kelompoknya dan menjalani hidup bermalasan hingga dewasa di suatu tempat jauh dari koloninya. Ketika dewasa, SIMBA bertemu lagi dengan teman kecilnya dahulu yang mengingatkan SIMBA untuk membalas dendam kematian ayahnya. SIMBA sadar, dan kembali ke kelompoknya semula demi membebaskan kawanan singa yang telah dikalahkan bangsa Hyena. Goal kedua terjadi pada menit 65 (dari total 105 menit). Simba berbalik menghadapi masalah masa lalunya.

Dalam film Fugitive, dokter Richard Kimble melarikan diri dari kejaran polisi karena didakwa membunuh istrinya. Goal pertama ia berusaha mencari tokoh pembunuh istrinya yang bertangan satu. Goal kedua terjadi pada menit 88 (dari total 124 menit), Dr Richar Kimble menemukan penjahat sebenarnya dari kejadian pembunuhan tersebut. IA berusaha menggagalkan sebuah rencana jahat temannya yang membuat rencana meluncurkan obat berbahaya untuk masyarakat.
Konklusi
190 film dari total 200 film box office dunia menggunakan rumus 2 Goal plot – structure. Anehnya, tidak ada orang di indonesia yang menyadari rumus ini. Jarang sekali para pengarang cerita dan penulis skenario yang mau mengamati keunikan tehnik 2 goals ini. Walaupun tehnik ini luar biasa, tidaklah menjamin sebuah film akan sukses atau tidak, karena ada beberapa rumus tambahan yang bisa membuat sebuah cerita menjadi lebih kaya dalam ide dan penggarapan.

Struktur 9 Babak

Kali ini kita akan membedah struktur 9 babak dengan lebih jelas. Jika kita amati, struktur ini sangat membantu kita mengembangkan cerita setiap 10 menit (untuk 90 menit cerita yang dibagi dalam 9 babak). Kita harus berpikir, apa perkembangan cerita berikutnya setiap 10 menit, apa yang akan kita tambah di 10 menit berikutnya? Konflik apa yang akan diperjelas dan diperkuat dalam beberapa bagian berikutnya?Tetapi kita tidak boleh hanya terpaku dengan konsep durasi. Bukan tidak mungkin bahwa durasi film kita mempunyai durasi yang lebih pendek atau lebih panjang. Walaupun tidak bisa dibagi rata masing-masing dengan durasi 10 menit, kita masih dapat mengelompokkannya menjadi 9 babak.
Struktur 9 babak memberikan jalan keluar baru bagi setiap penulis yang ingin memberikan sentuhan kejutan pada ceritanya. Banyak sekali penulis yang mampu membuat cerita menarik dalam 30 halaman pertama, tetapi persoalannya adalah bagaimana menjaga pembaca naskah Anda untuk menyelesaikan sampai halaman 90 dan tetap konsisten mengikuti cerita di 60 halaman sisanya! Tehnik 9 babak dengan menampilkan babak balik (reversal) dari sang tokoh untuk menemukan tujuan keduanya adalah sebuah upaya menyelamatkan cerita dari kebosanan. Untuk lebih jelasnya, mari kita melihat struktur 9 babak
Act 0: Babak kejadian Buruk menimpa orang lain
Ada suatu kejadian di suatu tempat yang tidak berhubungan dengan aktivitas tokoh protagonis. Seseorang terbunuh oleh orang lain (antagonis), sesuatu yang dicuri atau sesuatu yang diperebutkan.

Act 1: Babak awal dan pengenalan karakter Protagonis
Sebuah pemandangan kota, menampilkan aktifitas sang karakter protagonis yang digambarkan innocent, tidak tahu apa-apa dan tidak menyadari bahwa ada bahaya atau masalah yang mendekatinya.
Act 2: Babak kejadian buruk menimpa tokoh Protagonis
Sesuatu buruk terjadi, sosok tokoh protagonis terjebak di sebuah tempat atau kejadian yang membuatnya terperangkap, menjadi kambing hitam atau menjadi korban. Masalah semakin bertumpuk, ia menjadi buronan polisi atau pemerintah.
Act 3: Mempertemukan tokoh Anti Hero/protagonist dengan lawan Antagonis.
Tokoh Anti Hero kebingungan, ia akhirnya bertemu dengan sumber masalah secara sekelebatan. Ia heran menemui calon musuhnya (antagonis) yang justru memperburuk keadaannya.
Act 4: Sebuah rencana dibuat
Tokoh Anti Hero terpaksa membuat rencana pelarian, karena kebingungan terhadap situasi yang dihadapinya. Sementara ia mendapatkan informasi jelas bahwa ia menjadi kambing hitam dari sebuah konspirasi.
Act 5: Menuju tujuan yang salah.
Karena semakin terdesak, sang tokoh Protagonis berjalan tidak tentu arah, melarikan diri dan berusaha keluar dari masalah yang justru semakin membuatnya terpuruk. Sampai suatu saat ia membentur sesuatu yang tidak bisa dilewati. Ia jatuh. Sementara pihak lain dan tokoh antagonis tetap memburunya.
Act 6: Titik balik
Disaat titik nadir dan kesialan hidupnya, tokoh protagonis mendapatkan pertolongan dari seseorang untuk memulihkan kesehatan dan kesadarannya. Akhirnya ia mendapatkan cara untuk mengatasi permasalahannya dengan cara ‘belajar mengenal dan mengatasi musuhnya’.
Act 7: Menjalankan rencana darurat ke 2 (yang tidak pernah terpikirkan)
Setelah mengetahui kelemahan musuhnya, tokoh Anti-hero berubah menjadi tokoh superhero dan mencoba melawan penindasan yang telah dikenakan padanya. Inilah saat pembalasan. Tokoh kita berbalik menuju tempat antagonis.
Act 8 : Klimaks cerita.
Perang dan klimaks cerita.

Penutup.
Banyak film-film Hollywood menggunakan konsep pendekatan 9 babak, anti hero dan 2 goal analysis. Diantaranya dapat kita sebutkan : Fugitive, In the line of fire, Enemy State, Terminator 1,2,3, Pelican Brief dan berbagai macam film terkenal lainnya. Lihatlah bagaimana cerita dengan cerdas dibuat, penonton tidak dapat menduga akhir dari sebuah cerita, dan berbagai kejutan lain di akhir cerita.
Konsep 9 babak adalah sebuah wacana baru cara menulis cerita. Anda bisa mengadaptasinya untuk berbagai jenis cerita, scenario bahkan novel. Membantu memecahkan kesulitan pengembangan cerita dan memperkaya alternative berbagai macam ending cerita.

9 act structure - tehnik menulis novel dan skenario

The Nine-Act Structure
Oleh : Sony Set. – scriptwriter@indonesia.com


Nine Act Structure adalah seni bercerita 9 babak untuk membuat sebuah tayangan film berdurasi 90-120 menit. Mengapa 9 babak? Untuk mengetahui sebuah proses cerita dalam sebuah film, kita harus mengetahui sebuah resep bercerita yang kini sering diadaptasi oleh banyak film-film hollywood. Resep 9 Babak sangat menolong setiap penulis skenario membagi pembagian babak cerita dengan lebih terstruktur dan detail. Sebelumnya, banyak sekali penulis skenario yang masih menggunakan pendekatan durasi 3 babak untuk sebuah tayangan film sepanjang 90 menit. Mereka membagi lama durasi menjadi 30 menit per babak. Akibatnya, pada awal cerita, penonton film dengan format 3 babak akan merasa bosan, karena terjebak pada aturan konsep pengenalan karakter selama 30 menit dan harus menunggu berpuluh menit berikutnya untuk mengetahui cara-cara menyelesaikan masalah (dalam film) yang sedari awal sebenarnya sangat mudah ditebak. Pendekatan cerita 3 babak menggunakan konsep karakter Super Hero-Antagonis, yang ditampilkan mempunyai kelebihan, kekuatan dan penampilan layaknya manusia jagoan untuk menjalani dan menyelesaikan masalah. Sedangkan konsep 9 Babak menggunakan konsep karakter AntiHero, menampilkan karakter utama yang bermasalah, korban kesewenangan diawal cerita dan terpaksa menjadi tokoh protagonis untuk menjalani dan memecahkan masalah.



The Two-Goal Analysis
Sebelum kita melangkah untuk meneliti bagian-bagian dari struktur 9 babak, ada baiknya kita memahami konsep dasar dari struktur 9 babak. Selain mengedepankan konsep karakter AntiHero, Struktur 9 babak menggunakan pendekatan konsep 2 Goal Analysis: Konsep membuat cerita dengan menggunakan 2 alternatif ending/tujuan cerita. Konsep ini dibuat untuk ‘mengelabui’ penonton terhadap jalannya sebuah cerita dan memberikan tujuan kedua sebagai new goal yang harus diselesaikan sang karakter protagonis. Goal kedua dijalankan di tengah cerita, yang ‘memaksa’ karakter protagonis berpikir ulang untuk menyelesaikan masalahnya dan berbalik melawan keadaan yang semakin ‘menjepitnya’. Cerita 2 goal mempunyai plot yang sama : Cerita orang teraniaya, terdesak, buronan dan menjadi kambing hitam, diburu oleh sebuah badan, musuh, pemerintah dan segala hal yang mengincar dirinya untuk dijadikan korban, lalu setelah mengalami berbagai penderitaan yang berat, sang tokoh yang ‘terlunta-lunta’ berputar balik, dan berbalik melawan sang pengejarnya. Cerita perlawanan korban yang tidak bersalah terhadap ketidakadilan dan penindasan adalah dasar pembuatan konsep 2 goals! Mari kita bandingkan konsep 1 Goal dan 2 Goals dalam pembuatan sebuah cerita skenario.

The Single-goal Plot – 1 Goal
Dalam rumus single-goal plot, tokoh protagonis mempunyai 1 masalah untuk diselesaikan dan menjadi tujuan yang selalu dipersiapkan sejak awal cerita film. Dengan menyelesaikan 1 goal akan menyelesaikan keseluruhan masalah. The African Queen, Raider's of the Lost Ark, The River Wild, Spiderman dan Star Trek: Generations, adalah contoh film-film yang menggunakan pendekatan 1 Goal. Film-film tersebut sangat datar dalam cerita, mudah ditebak dan tidak menghasilkan kejutan apapun yang kini sangat didamba oleh para penonton. 2 Goals diciptakan untuk memberikan elemen kejutan dan ide cerita baru yang mampu memberikan pilihan bagi penonton untuk menikmatinya. Kita lihat gambar 1 Goal dibawah :


The Two-goal Plot
2 Goal Plot kini banyak diadaptasi film-film sukses dunia yang mengedepankan unsur surprise, suspense dan cerita yang cerdas. Rumus ceritanya sederhana saja, tokoh protagonis terlihat diburu-buru sesuatu atau badan dan dipaksa menemukan tujuan utama pertama : lari dari pengejaran. Setelah menemukan tujuan tersebut, sang tokoh akan menemukan kesadaran untuk melawan dan merancang sebuah ‘aksi balasan’ dengan membuat sebuah goal baru untuk memecahkan masalah yang menimpanya. Proses menemukan goal yang baru menjadi bagian yang sangat mengasyikkan untuk diikuti. Kita melihat sang tokoh protagonis ‘belajar menjadi pintar’ , menyiapkan rencana pembalasan dengan berbagai macam cara dan kecerdasan yang ditemukan disaat tergenting dan segala aksi persiapannya yang membuat kita terperangah, betapa cerita orang yang tertindas dan mampu berbalik melawan adalah sebuah pelajaran yang menarik secara filmis. Anda dapat melihat contoh film seperti Pelican Brief, Fugitive, Terminator I, II, III, 4, Enemy of the State, Predator dan beberapa jenis film bertema intelijen dan mata-mata. Kita melihat berbagai macam intrik dan persekongkolan tingkat tinggi yang memakan korban seseorang yang semula adalah AntiHero. Namun setelah menjalani berbagai macam peristiwa, tokoh tersebut berbalik arah dan berubah menjadi tokoh pahlawan yang melawan segenap penindasan yang mengenai dirinya.

Beberapa contoh cerita lainnya:

Dalam film E.T., the Extraterrestrial, tujuan utama dari tokoh anak kecil bernama Elliot adalah menjaga E.T dan menjadikannya teman. Goal kedua terjadi dimenit 53 (dari total 107 menit) adalah membantu E.T pulang kembali ke rumahnya di angkasa luar.

Dalam film Jurassic Park, Alan Grant, tokoh ilmuwan prasejarah datang ke pulau jurassic untuk melihat dan mengamati taman Jurrassic. Goal kedua pada menit 88 (dari total 119 menit) adalah mencari jalan keluar dan menyelamatkan diri dari kejaran dan serangan dinosaurus.

Dalam film Home Alone, Kevin, tujuan awalnya adalah kembali menemukan keluarganya. Tujuan keduanya adalah mengalahkan penjahat-penjahat yang berusaha mengejarnya. (minute 65 of 102*)

Dalam Lion King, Simba kecil melarikan diri dari kelompoknya dan menjalani hidup bermalasan hingga dewasa di suatu tempat jauh dari koloninya. Ketika dewasa, SIMBA bertemu lagi dengan teman kecilnya dahulu yang mengingatkan SIMBA untuk membalas dendam kematian ayahnya. SIMBA sadar, dan kembali ke kelompoknya semula demi membebaskan kawanan singa yang telah dikalahkan bangsa Hyena. Goal kedua terjadi pada menit 65 (dari total 105 menit). Simba berbalik menghadapi masalah masa lalunya.

Dalam film Fugitive, dokter Richard Kimble melarikan diri dari kejaran polisi karena didakwa membunuh istrinya. Goal pertama ia berusaha mencari tokoh pembunuh istrinya yang bertangan satu. Goal kedua terjadi pada menit 88 (dari total 124 menit), Dr Richar Kimble menemukan penjahat sebenarnya dari kejadian pembunuhan tersebut. IA berusaha menggagalkan sebuah rencana jahat temannya yang membuat rencana meluncurkan obat berbahaya untuk masyarakat.
Konklusi
190 film dari total 200 film box office dunia menggunakan rumus 2 Goal plot – structure. Anehnya, tidak ada orang di indonesia yang menyadari rumus ini. Jarang sekali para pengarang cerita dan penulis skenario yang mau mengamati keunikan tehnik 2 goals ini. Walaupun tehnik ini luar biasa, tidaklah menjamin sebuah film akan sukses atau tidak, karena ada beberapa rumus tambahan yang bisa membuat sebuah cerita menjadi lebih kaya dalam ide dan penggarapan.

Struktur 9 Babak

Kali ini kita akan membedah struktur 9 babak dengan lebih jelas. Jika kita amati, struktur ini sangat membantu kita mengembangkan cerita setiap 10 menit (untuk 90 menit cerita yang dibagi dalam 9 babak). Kita harus berpikir, apa perkembangan cerita berikutnya setiap 10 menit, apa yang akan kita tambah di 10 menit berikutnya? Konflik apa yang akan diperjelas dan diperkuat dalam beberapa bagian berikutnya?Tetapi kita tidak boleh hanya terpaku dengan konsep durasi. Bukan tidak mungkin bahwa durasi film kita mempunyai durasi yang lebih pendek atau lebih panjang. Walaupun tidak bisa dibagi rata masing-masing dengan durasi 10 menit, kita masih dapat mengelompokkannya menjadi 9 babak.
Struktur 9 babak memberikan jalan keluar baru bagi setiap penulis yang ingin memberikan sentuhan kejutan pada ceritanya. Banyak sekali penulis yang mampu membuat cerita menarik dalam 30 halaman pertama, tetapi persoalannya adalah bagaimana menjaga pembaca naskah Anda untuk menyelesaikan sampai halaman 90 dan tetap konsisten mengikuti cerita di 60 halaman sisanya! Tehnik 9 babak dengan menampilkan babak balik (reversal) dari sang tokoh untuk menemukan tujuan keduanya adalah sebuah upaya menyelamatkan cerita dari kebosanan. Untuk lebih jelasnya, mari kita melihat struktur 9 babak
Act 0: Babak kejadian Buruk menimpa orang lain
Ada suatu kejadian di suatu tempat yang tidak berhubungan dengan aktivitas tokoh protagonis. Seseorang terbunuh oleh orang lain (antagonis), sesuatu yang dicuri atau sesuatu yang diperebutkan.

Act 1: Babak awal dan pengenalan karakter Protagonis
Sebuah pemandangan kota, menampilkan aktifitas sang karakter protagonis yang digambarkan innocent, tidak tahu apa-apa dan tidak menyadari bahwa ada bahaya atau masalah yang mendekatinya.
Act 2: Babak kejadian buruk menimpa tokoh Protagonis
Sesuatu buruk terjadi, sosok tokoh protagonis terjebak di sebuah tempat atau kejadian yang membuatnya terperangkap, menjadi kambing hitam atau menjadi korban. Masalah semakin bertumpuk, ia menjadi buronan polisi atau pemerintah.
Act 3: Mempertemukan tokoh Anti Hero/protagonist dengan lawan Antagonis.
Tokoh Anti Hero kebingungan, ia akhirnya bertemu dengan sumber masalah secara sekelebatan. Ia heran menemui calon musuhnya (antagonis) yang justru memperburuk keadaannya.
Act 4: Sebuah rencana dibuat
Tokoh Anti Hero terpaksa membuat rencana pelarian, karena kebingungan terhadap situasi yang dihadapinya. Sementara ia mendapatkan informasi jelas bahwa ia menjadi kambing hitam dari sebuah konspirasi.
Act 5: Menuju tujuan yang salah.
Karena semakin terdesak, sang tokoh Protagonis berjalan tidak tentu arah, melarikan diri dan berusaha keluar dari masalah yang justru semakin membuatnya terpuruk. Sampai suatu saat ia membentur sesuatu yang tidak bisa dilewati. Ia jatuh. Sementara pihak lain dan tokoh antagonis tetap memburunya.
Act 6: Titik balik
Disaat titik nadir dan kesialan hidupnya, tokoh protagonis mendapatkan pertolongan dari seseorang untuk memulihkan kesehatan dan kesadarannya. Akhirnya ia mendapatkan cara untuk mengatasi permasalahannya dengan cara ‘belajar mengenal dan mengatasi musuhnya’.
Act 7: Menjalankan rencana darurat ke 2 (yang tidak pernah terpikirkan)
Setelah mengetahui kelemahan musuhnya, tokoh Anti-hero berubah menjadi tokoh superhero dan mencoba melawan penindasan yang telah dikenakan padanya. Inilah saat pembalasan. Tokoh kita berbalik menuju tempat antagonis.
Act 8 : Klimaks cerita.
Perang dan klimaks cerita.

Penutup.
Banyak film-film Hollywood menggunakan konsep pendekatan 9 babak, anti hero dan 2 goal analysis. Diantaranya dapat kita sebutkan : Fugitive, In the line of fire, Enemy State, Terminator 1,2,3, Pelican Brief dan berbagai macam film terkenal lainnya. Lihatlah bagaimana cerita dengan cerdas dibuat, penonton tidak dapat menduga akhir dari sebuah cerita, dan berbagai kejutan lain di akhir cerita.
Konsep 9 babak adalah sebuah wacana baru cara menulis cerita. Anda bisa mengadaptasinya untuk berbagai jenis cerita, scenario bahkan novel. Membantu memecahkan kesulitan pengembangan cerita dan memperkaya alternative berbagai macam ending cerita.